Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Pada Anak & Perempuan Korban Kekerasan Seksual

Arifa Aini Bahrum, Wahidah Fitriani

Abstract


Meningkatnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia, menyebabkan semakin sulitnya korban, terutama pada anak untuk mendapatkan lingkungan yang aman dalam proses perkembangannya. Fenomena yang terdapat pada kasus ini layaknya gunung es. Dimana laporan yang diterima sulit untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya, karena banyak korban atau pihak keluarga yang enggan melaporkan kejadian tersebut, ditambah lagi adanya pandangan negatif masyarakat terhadap korban. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pada korban kekerasan seksual khususnya pada anak dan perempuan. Kualitas hidup adalah penilaian individu terhadap dirinya secara positif maupun negatif terutama berhubungan dengan peran dan harapan dirinya yang mempengaruhi penerimaan individu terhadap peristiwa yang dialaminya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan pembahasan. Kemudian data dianalisis dengan menyesuaikan berbagai sumber untuk kemudian dikompilasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa korban yang mendapat dukungan sosial maupun intervensi berupa terapi kelompok pendukung, efektif dapat meningkatkan kualitas hidup. Ditandai dengan adanya penerimaan diri yang positif, lebih bahagia dan berorientasi pada masa depan.

Keywords


Kualitas hidup, Kekerasan Seksual, korban

References


Amaliya, R. (2015). Kebahagiaan dan Gender : Tinjauan Kritis Tentang Makna Kebahagiaan Ditinjau dari Perspektif Gender. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 12(2), 17. https://doi.org/10.18860/psi.v12i2.6400

Chairilsyah, D. (2016). Metode dan Teknik Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Usia Dini. Educhild, 5(1), 8–14.

Erlyani, N. (2016). Gambaran Kebahagiaan Remaja Anggota Altruistic Community Pasca Tindakan Altruisme. Strengthening Humanity by Promotion Wellness, 389–396.

Fadilah, H. (2018). Pemulihan Trauma Psikososial pada Perempuan Korban Kekerasan Seksual di Yayasan Pulih: Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Gamayanti, W., & Hidayat, I. N. (2019). Marah Dan Kualitas Hidup Orang Yang Mengalami Psikosomatik. Jurnal Psikologi, 18(2), 177. https://doi.org/10.14710/jp.18.2.177-186

Hananah, N., Juwita, R., & Dwivayani, K. D. (2021). Proses Komunikasi Terapeutik Pada Seksual Di Uptd Ppa Kota Samarinda. Ilmu Komunikasi, 9(1), 1–12.

Hitijahubessy, C. N. M., Affiyanti, Y., & Budiati, T. (2018). Dukungan Sosial Dan Kualitas Hidup Fisik Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 9(1), 1–10. https://doi.org/10.32695/jkt.v1i9.8

Noviana, I. (2015). Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak Dan Penanganannya Child Sexual Abuse: Impact and Hendling. Sosio Informa, 1(1), 14. http://ejournal.kemsos.go.id/index.php/Sosioinforma/article/download/87/55

Kadir, A., & Handayaningsih, A. (2020). Kekerasan Anak dalam Keluarga. Wacana, 12(2), 133–145. https://doi.org/10.13057/wacana.v12i2.172

Kahfi, R. L. Al, & Hamidah. (2012). Posttraumatic Growth pada Wanita Dewasa Awal Korban Kekerasan Seksual. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 7, 46–60.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Profil Anak Indonesia. Kemen PPA.

Khariroh, L. M. (2017). Quality of Life Remaja Penyintas Kekerasan Seksual pada Pendampingan Lembaga Swadaya Masyarakat: Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Kurniasari, K., & Tino Leonardi, M. P. (2019). Kualitas Perempuan Lanjut Usia yang Melajang. ACS Applied Materials & Interfaces, 11(19), 2–4. https://pubs.acs.org/doi/10.1021/acsami.9b03822

Kurniawan, Y., & Noviza, N. (2018). Peningkatan Resiliensi pada Penyintas Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Terapi Kelompok Pendukung. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 2(2), 125. https://doi.org/10.21580/pjpp.v2i2.1968

Muhid, A., Fauziyah, N., Khariroh, L. M., & Andiarna, F. (2019). Quality of Life Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual: Studi Kualitatif. Journal of Health Science and Prevention, 3(1), 47–55. https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i1.185

Ningsih, E. S. B., & Hennyati, S. (2018). Kekerasan Seksual Pada Anak Di Kabupaten Karawang. Midwife Journal, 4(02), 56–65. http://jurnal.ibijabar.org/kekerasan-seksual-pada-anak-di-kabupaten-karawang/

Sulastri, S., & Nurhayaty, A. (2021). Dinamika Psikologis Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual Incest: Sebuah Studi Kasus. PSYCHE: Jurnal Psikologi, 3(1), 94–109. https://doi.org/10.36269/psyche.v3i1.340

Tateki, Y. T. (2017). Dampak Kekerasan Seksual Di Ranah Domestik Terhadap Keberlangsungan Hidup Anak. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 41(1), 77–92.

Wahyuni, E., & Maulida, I. (2019). Hubungan Antara Kepuasan Hidup dan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa SMA Negeri Se-Jakarta Pusat. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 8(2), 173–180. https://doi.org/10.21009/insight.082.08




DOI: http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v11i1.7751

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.